Thankyou for coming :)

Jumat, 25 Januari 2013

Beruang Maduku

Detik ini, aku meneteskan lagi air mataku karenamu. Padahal dulu kamu yang selalu menghapus air mataku. Aku selalu meneteskan air mataku dengan alasan dan penyebab yang sama. Yaitu kamu, Beruang Maduku, kamu winnie the poohku, bedanya kamu tidak berwarna kuning, tidak memakai baju merah yang kekecilan dan yang pasti memakai celana:'D

"Kamu kemana aja? Udah lama gak sms. Udah lupa ya?" Itu perkataannya kepadaku setelah 2 minggu dia tak memberi kabar. Dia memang selalu menyalahkanku, dia menganggap aku yang selalu kurang untuknya, padahal aku udah kasih yang terbaik. Dia gak pernah tau, gimana rasanya menjalani hari selama 2 minggu tanpa kabar dan kepastian. Aku bagaikan layangan yang sering kamu tarik ulur sesuka hatimu, dan bodohnya aku selalu mau.
"Kan kamu yang bilang, jangan sms dulu. Karena hp kamu lagi disita." Ujarku. Pasti dia lupa dengan alasannya sendiri. Aku yakin, karena gak ada satupun yang dia ingat tentang aku disaat dia asyik dengan kehidupannya yang lain, dan yang pasti gak ada aku disana. "Oh iya..." Ujarnya. Sangat singkat, gak pernah ada kata-kata yang lebih panjang darinya, tapi aku selalu sabar. Seenggaknya dia masih mau membalas sms aku. "Gimana hp kamu? udah gak disita kan?" Tanyaku. Berusaha tenang dan memulai pembicaraan. "Udahlah! Kalo belum aku gak akan bales sms dari kamu!" Gak perlu pakai tanda (!) juga kali. Gak adakah kata-kata yang lebih lembut lagi dari ketikan smsmu? tutur katamu? Aku rindu kamu yang dulu.
Ini cukup membuat aku sakit... Adakah kejutan lain untuk meyakiti hatiku? Yah Upo selalu punya kejutan yang menyakitkan. Akhirnya kata itu dikeluarkan dari mulutnya, Putus. Entah apa alasan pastinya, tapi dia selalu menyalahkan aku. "Kamu berubah, perhatian kamu berkurang." Itu katanya. Aku berubah? Perhatian aku berkurang? terus penantian ini dan kesabaran aku kamu anggap apa? Aku selalu menuruti kemauannya, aku selalu mengiyakan permintaannya, dan aku selalu menikmati permainannya, dan yang pasti semua itu menyakitkan.

Aku tak memiliki banyak alasan untuk tetap mencintaimu hingga saat ini. yang aku tau, gak ada orang gendut yang lain, yang bisa memasuki hatiku sedalam ini.

Awal pertemuan kita sangatlah sederhana, dengan sebuah pandangan pertama, kamu bisa membuat aku jatuh cinta. Pertemuan kita adalah sebuah kebahagiaan yang selalu ingin aku rasakan, tapi sayangnya... Kamu tidak bisa membuat "Kita" abadi dengan kebahagiaan.
Aku gak pernah nuntut kesempurnaan dari kamu, aku selalu menerima semua kekuranganmu, apalagi kekurangan perhatianmu. Aku selalu sabar dengan kebiasaanmu yang selalu menghilang secara tiba-tiba "Seminggu dateng, sebulan ngilang" 1:4 itu selalu membuat aku tersiksa dengan penantian. Apa ada yang salah dengan sikapku? aku selalu sayang dan setia, tapi kamu gak pernah bisa membalasnya dengan hal yang sama. Sebulan kamu menghilang, selalu membuat aku ingin menanti kamu kembali, walaupun hanya seminggu kamu bisa menemaniku, walaupun gak selalu bahagia. Tapi, dalam waktu seminggu itu, akupun merasa takut. Aku takut kamu menghilang lagi, dan aku harus merasakan penantian tanpa kepastian selama sebulan bahkan lebih.
Aku selalu tersiksa oleh permainanmu, menyakitiku, mencampakkan aku, dan tak pernah menganggap aku special. Kamu manis, kamu pernah romantis, walaupun hanya dengan sebuah eskrim pemanis pertemuan kita, aku udah anggap itu lebih dari cukup, itu romantis. Tapi sayangnya... Kamu melakukan itu ke setiap wanita, bahkan mereka sering kamu beri lebih.
Kamu gak pernah tau, arti penting dari sebuah tanggal. Jika kamu lupa tanggal lahirku aku masih mau maklum, tapi ini? Tanggal jadian kita. Apakah detik saat aku dan kamu menjadi "Kita" tidak begitu penting untuk kamu ingat? Untuk kamu rayakan setiap tanggal itu berjalan di hari-hari kita berikutnya? Sulitkah untuk kamu bisa menulis "Anniv 1 bulan with Aay" di status FBmu? Apakah sangat sulit namaku atau inisial namaku kamu tulis? Mungkin status FB sangatlah spele, tapi itu berarti bagi aku, setidaknya ada sebuah pengakuanmu, seenggaknya kamu mau mengakui adanya "Kita" dalam hidupmu. Hal sederhana yang aku tuntut, dan aku yakin kamu bisa melakukannya. Tapi sayangnya kamu tidak mau, dan aku tak bisa memaksa.

Dan kamu tau? saat ini, saat dimana aku dan kamu udah masing-masing. Aku masih sering teringat tentang Kita "dulu" dan jujur aku masih mengharapkan "Kita" kembali, walaupun aku tau, aku akan terus disakiti oleh perhatianmu yang jarang sekali kamu berikan kepadaku.
Kalian tau gimana rasanya "Digantungin?" sakit ya. Tapi karena aku udah "terbiasa" jadi udah "biasa" aja kalau digantung:')
Siapapun kita, kalau kita mau menikmati setiap detik hidup walaupun menyakitkan, sesulit apapun, kita harus "yakin" kita mampu dan seiring berjalannya waktu, rasa sakit akan menjadi hal yang "biasa." dan buat kamu Upo, disini aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh, semoga karma tak menimpamu:') Tuhan punya takdir yang lebih indah untukku.

Thanks for read! by @fhafha93 special story for @aaykf my besties:* i hope this story can make u cry:p and after that, can make u more strong. pukpuklaff

Tidak ada komentar:

Posting Komentar