Detik ini, aku meneteskan lagi air mataku karenamu. Padahal dulu
kamu yang selalu menghapus air mataku. Aku selalu meneteskan air mataku
dengan alasan dan penyebab yang sama. Yaitu kamu, Beruang Maduku, kamu
winnie the poohku, bedanya kamu tidak berwarna kuning, tidak memakai
baju merah yang kekecilan dan yang pasti memakai celana:'D
"Kamu kemana aja? Udah lama gak sms. Udah lupa ya?" Itu perkataannya
kepadaku setelah 2 minggu dia tak memberi kabar. Dia memang selalu
menyalahkanku, dia menganggap aku yang selalu kurang untuknya, padahal
aku udah kasih yang terbaik. Dia gak pernah tau, gimana rasanya
menjalani hari selama 2 minggu tanpa kabar dan kepastian. Aku bagaikan
layangan yang sering kamu tarik ulur sesuka hatimu, dan bodohnya aku
selalu mau.
"Kan kamu yang bilang, jangan sms dulu. Karena hp kamu lagi disita."
Ujarku. Pasti dia lupa dengan alasannya sendiri. Aku yakin, karena gak
ada satupun yang dia ingat tentang aku disaat dia asyik dengan
kehidupannya yang lain, dan yang pasti gak ada aku disana. "Oh iya..."
Ujarnya. Sangat singkat, gak pernah ada kata-kata yang lebih panjang
darinya, tapi aku selalu sabar. Seenggaknya dia masih mau membalas sms
aku. "Gimana hp kamu? udah gak disita kan?" Tanyaku. Berusaha tenang dan
memulai pembicaraan. "Udahlah! Kalo belum aku gak akan bales sms dari
kamu!" Gak perlu pakai tanda (!) juga kali. Gak adakah kata-kata yang
lebih lembut lagi dari ketikan smsmu? tutur katamu? Aku rindu kamu yang
dulu.
Ini cukup membuat aku sakit... Adakah kejutan lain untuk meyakiti
hatiku? Yah Upo selalu punya kejutan yang menyakitkan. Akhirnya kata itu
dikeluarkan dari mulutnya, Putus. Entah apa alasan pastinya, tapi dia
selalu menyalahkan aku. "Kamu berubah, perhatian kamu berkurang." Itu
katanya. Aku berubah? Perhatian aku berkurang? terus penantian ini dan
kesabaran aku kamu anggap apa? Aku selalu menuruti kemauannya, aku
selalu mengiyakan permintaannya, dan aku selalu menikmati permainannya,
dan yang pasti semua itu menyakitkan.
Aku tak memiliki banyak alasan untuk tetap mencintaimu hingga saat
ini. yang aku tau, gak ada orang gendut yang lain, yang bisa memasuki
hatiku sedalam ini.
Awal pertemuan kita sangatlah sederhana, dengan sebuah pandangan
pertama, kamu bisa membuat aku jatuh cinta. Pertemuan kita adalah sebuah
kebahagiaan yang selalu ingin aku rasakan, tapi sayangnya... Kamu tidak
bisa membuat "Kita" abadi dengan kebahagiaan.
Aku gak pernah nuntut kesempurnaan dari kamu, aku selalu menerima
semua kekuranganmu, apalagi kekurangan perhatianmu. Aku selalu sabar
dengan kebiasaanmu yang selalu menghilang secara tiba-tiba "Seminggu
dateng, sebulan ngilang" 1:4 itu selalu membuat aku tersiksa dengan
penantian. Apa ada yang salah dengan sikapku? aku selalu sayang dan
setia, tapi kamu gak pernah bisa membalasnya dengan hal yang sama.
Sebulan kamu menghilang, selalu membuat aku ingin menanti kamu kembali,
walaupun hanya seminggu kamu bisa menemaniku, walaupun gak selalu
bahagia. Tapi, dalam waktu seminggu itu, akupun merasa takut. Aku takut
kamu menghilang lagi, dan aku harus merasakan penantian tanpa kepastian
selama sebulan bahkan lebih.
Aku selalu tersiksa oleh permainanmu, menyakitiku, mencampakkan aku,
dan tak pernah menganggap aku special. Kamu manis, kamu pernah
romantis, walaupun hanya dengan sebuah eskrim pemanis pertemuan kita,
aku udah anggap itu lebih dari cukup, itu romantis. Tapi sayangnya...
Kamu melakukan itu ke setiap wanita, bahkan mereka sering kamu beri
lebih.
Kamu gak pernah tau, arti penting dari sebuah tanggal. Jika kamu
lupa tanggal lahirku aku masih mau maklum, tapi ini? Tanggal jadian
kita. Apakah detik saat aku dan kamu menjadi "Kita" tidak begitu penting
untuk kamu ingat? Untuk kamu rayakan setiap tanggal itu berjalan di
hari-hari kita berikutnya? Sulitkah untuk kamu bisa menulis "Anniv 1
bulan with Aay" di status FBmu? Apakah sangat sulit namaku atau inisial
namaku kamu tulis? Mungkin status FB sangatlah spele, tapi itu berarti
bagi aku, setidaknya ada sebuah pengakuanmu, seenggaknya kamu mau
mengakui adanya "Kita" dalam hidupmu. Hal sederhana yang aku tuntut, dan
aku yakin kamu bisa melakukannya. Tapi sayangnya kamu tidak mau, dan
aku tak bisa memaksa.
Dan kamu tau? saat ini, saat dimana aku dan kamu udah masing-masing.
Aku masih sering teringat tentang Kita "dulu" dan jujur aku masih
mengharapkan "Kita" kembali, walaupun aku tau, aku akan terus disakiti
oleh perhatianmu yang jarang sekali kamu berikan kepadaku.
Kalian tau gimana rasanya "Digantungin?" sakit ya. Tapi karena aku udah "terbiasa" jadi udah "biasa" aja kalau digantung:')
Siapapun kita, kalau kita mau menikmati setiap detik hidup walaupun
menyakitkan, sesulit apapun, kita harus "yakin" kita mampu dan seiring
berjalannya waktu, rasa sakit akan menjadi hal yang "biasa." dan buat
kamu Upo, disini aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh, semoga karma tak
menimpamu:') Tuhan punya takdir yang lebih indah untukku.
Thanks for read! by @fhafha93 special story for @aaykf my besties:* i
hope this story can make u cry:p and after that, can make u more
strong. pukpuklaff
Tidak ada komentar:
Posting Komentar