Ketika kita sudah tak lagi ada, dan aku masih sendiri, sedangkan
kamu sudah bersama dengan yang lain. Apakah sekarang kamu melakukan apa
yang kita lakukan dulu? Apakah kamu memanggilnya dengan panggilanmu ke
aku dulu?
Dulu... Saat kita masih ada, ingatkah kita telah merencanakan hal-hal yang bisa kita lakukan berdua.
Ya... Meski memang sekarang sudah berbeda. Kita sudah tidak ada. Dan dirinyalah yang akan melakukan hal-hal itu bersamamu.
Tapi... Apakah cara dia mencintaimu sama seperti cara aku mencintaimu? Jika kamu jawab iya, aku akan membantahnya.
Cara mungkin sama, tapi besarnya cinta aku kepadamu tidak akan
pernah sama dengan rasa cintanya. Hingga detik inipun, dimana saat aku
sudah tak memilikimu. Hati aku, cinta aku, fikiranku masih selalu
kepadamu, untukmu.
Dan seharusnya aku yang menggenggam tangan kamu sekarang, seharusnya
aku yang selalu jadi penyebab kamu tersenyum dan tertawa, seharusnya
aku yang merasakan hangatnya pelukan kamu, seharusnya aku yang
mendapatkan perhatian kamu, seharusnya aku yang bisa berbicara denganmu
berjam-jam dan seharusnya memang aku yang mendapatkan seluruh cinta yang
kamu miliki.
Aku masih ingat... Saat kamu menyalahiku dan memberikan waktu untuk
aku berubah, kamu malah menggunakan waktu itu untuk menggantikan posisi
aku dengan orang lain. Dan saat itu, hati aku semakin sulit untuk aku
lindungi dari rasa sakit.
Andai kamu tau. Aku akan terus berandai-andai sampai kamu meyakini bahwa "Seharusnya aku yang ada di hati kamu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar